
Medan – PT Sumber Alam Unggul. Penyakit ini dikenal sebagai “pembunuh senyap” karena dapat menurunkan produktivitas hingga 80 persen dan menyebabkan kematian tanaman dalam jangka panjang.
Serangan Ganoderma umumnya ditandai dengan daun yang menguning dari bagian bawah, pelepah mudah patah, dan jaringan pangkal batang yang membusuk berwarna cokelat tua. Kondisi tersebut ditemukan hampir di seluruh blok kebun yang telah berumur lebih dari 10 tahun. Menurut para ahli, penyebaran patogen ini semakin cepat akibat penggunaan bibit yang tidak tahan penyakit, sistem drainase yang buruk, serta penanaman ulang tanpa sanitasi lahan yang baik.

Untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas, PT Goldensoil berkontribusi pada perkebunan menyarankan beberapa langkah penting. Pertama, sanitasi lahan secara menyeluruh sebelum penanaman ulang, termasuk pembongkaran tunggul dan pembakaran sisa akar yang terinfeksi. Kedua, penggunaan bibit sawit yang tahan Ganoderma melalui hasil seleksi genetik dan kultur jaringan. Ketiga, secra umum dapat mengantisipasi menggunakan aplikasi agen hayati seperti Trichoderma spp. atau Pseudomonas fluorescens yang mampu menekan perkembangan jamur patogen di tanah. Selain itu, pengaturan drainase dan aerasi tanah juga perlu diperhatikan untuk menghindari kondisi lembap berlebih yang mendukung pertumbuhan Ganoderma. Monitoring berkala menggunakan teknik deteksi dini berbasis molekuler dapat membantu identifikasi serangan sejak tahap awal.
Untuk mengantisipasi penyebaran, PT Sumber Alam Unggul telah memberikan Langkah-langkah untuk mengantisipasi baik melalui tindakan preventif dan kuratifnya dalam mengantisipasi dan menekan serangan tersebut. Disarankan untuk perkebunan, diharapkan segera melakukan langkah terpadu dalam pengendalian penyakit ini, mengingat kelapa sawit merupakan komoditas strategis penyumbang devisa utama. Upaya antisipasi dini diyakini mampu mencegah kerugian besar dan menjaga keberlanjutan industri sawit nasional.